Selasa, 02 Juni 2009

FROM HOBBY TO CAREER (Gali Potensi Dirimu)



“Bukan nggak mungkin lho, pada akhirnya, hobi yang kemudian berkembang menjadi potensi itu, bisa kamu manfaatin sebagai sumber penghasilan, baik yang cuma sebagai penambah uang saku, atau yang serius menjadi profesi (karir).”

Hobi dan Bakat

Sebagai pelajar, kewajiban kita adalah menuntut ilmu untuk bekal masa depan kelak. Rutinitas yang kita hadapi sehari-hari, udah pasti belajar dan belajar. Dan sepertinya, belajar saat di sekolah dan kampus doang seakan kurang cukup bagi guru kita, sampe-sampe di rumah pun kita harus ngulang pelajaran lagi, entah karena ada tugas atau emang tuntutan biar bisa lebih kompetitif dengan siswa lainnya. Suntuk? Udah pasti. Mungkin hampir setiap orang bakal 'bisa gila' kalo otaknya terus-terusan dipake untuk mikir dan mikir. Akademis memang penting banget, tapi otak 'kan juga perlu istirahat!

Nah, sebenernya ada banyak cara untuk membuat rileks otak kita, tentunya dengan melakukan kegiatan yang ringan-ringan dong, yang nggak bikin panas otak! Misalnya, nonton tv, dengerin musik, hangout sama temen-temen, memanjakan diri di salon, atau main game. Kegiatan-kegiatan seperti ini memang dijamin enak banget untuk 'menyembuhkan' stress. Tapi, ada cara yang lebih jitu lagi lho untuk mengatasi penyakit otak, yaitu dengan melakukan kegiatan yang bener-bener menjadi passion kita, atau bisa dibilang sebagai hobi.

Banyak yang mengartikan hobi sebagai kegiatan yang dilakukan di waktu luang. Dan kegiatannya pun macem-macem, tergantung kesukaan masing-masing orang. Ada yang hobi fotografi, masak, naik gunung, otak-atik komputer, modifikasi kendaraan, basket, dan masih banyak lagi lainnya. Kamu juga punya hobi kan? Coba deh kamu inget-inget lagi, gimana perasaan kamu waktu kamu melakukan hobi kamu itu.. Suntuk? Nggak dong! Justru kamu akan merasa rileks dan excited banget, bukan?

Sekarang pikir-pikir lagi, seberapa sering frekuensi dan intensitas kamu melakukan hobi itu, seberapa seneng kamu melakukannya, dan seberapa puas kamu dengan hasil yang kamu dapatkan? Apakah ada orang lain yang pernah ngasih pujian tentang hasil dari hobi kamu itu? Iiiih ngapain sih nanya-nanya? Well, kenapa pertanyaan-pertanyaan itu wajib dipertanyakan kembali ke diri kamu adalah karena jawaban tersebut ternyata bisa membantu kamu untuk lebih mengetahui potensi diri kamu lho. Alias mengukur bakat. Biar bagaimanapun, yang paling tau kondisi diri kita ya kita sendiri. Mungkin ada kalanya kita mengucap, "ah gue nggak bakat ngelukis" waktu kita mencoba melukis dan hasilnya nggak banget, atau "wah hasil foto gue keren juga. Berbakat juga nih gue jadi fotografer". Narsis? Gapapa, asal banyak orang juga yang bisa mendukung kenarsisan kamu itu.

Urip Sedyowidodo, praktisi HR, menjelaskan mengenai definisi bakat. "Potensi/bakat adalah sesuatu yang muncul dari dalam diri seseorang, 'inherent' tertanam dan merupakan karunia Allah SWT. " Persis seperti pengertian Ubaydillah tentang bakat dalam artikel psikologi yang ditulisnya, "Bakat dalam pengertian bahasa atau dalam pengertian yang umum kita pahami, adalah kelebihan/keunggulan alamiah yang melekat pada diri kita dan menjadi pembeda antara kita dengan orang lain."

Makanya nggak heran kalo bakat orang bisa berbeda-beda, karena ya tergantung dengan kemampuannya masing-masing. Malah, telaah Thomas Armstrong, pakar pendidikan dari Harvard University yang sering berkolaborasi dengan Howard Gardner dalam membahas kecerdasan, dalam tulisannya berjudul Little Genuises, mengungkapkan bermacam-macam bentuk bakat manusia, yaitu:


Acting Ability (akting / gerakan)
Adventuresomeness (kepetualangan)
Artistic Talent (artistik)
Athletic prowess (ke-atlit-an)
Common sense (pengetahuan umum)
Compassion (peduli orang lain, mudah tersentuh)
Creativity (kreativitas)
Excellent memory (kehebatan menyimpan data / menghafal)
Inventiveness (daya cipta, penemuan)
Knowledge of a given subject (Pengetahuan spesifik)
Leadership abilities (kepemimpinan)
Literary aptitude (bakat kesastraan)
Manual dexterity (ketangkasan manual / ketrampilan tangan)
Mathematical ability (kemampuan matematis)
Mechanical know-how (penguasaan mekanis)
Musicality (permusikan)
Passionate interest in a specific topic (kegairahan mengikuti / mendalami topik tertentu)
Patience (kesabaran)
Persistence (ketangguhan)
Physical coordination (kerapian fisik)
Political astuteness (kelihaian berpolitik)
Problem-solving capacity (kemampuan menghadapi masalah)
Reflectiveness (kemampuan merefleksikan)
Resourcefulness (kepandaian mengatasi masalah)
Self-discipline (disiplin-diri)
Sense of humor (naluri melucu)
Social savvy (pemahaman sosial)
Spiritual sensibility (ketajaman spiritual)
Strong will (kemauan keras)
Verbal ability (kemampuan mengungkapkan secara verbal)


Daftar itu belom seberapa lho, masih banyak lagi deretan kemampuan alamiah yang dimiliki manusia. Jadi, buat kamu yang belom nemuin ranah bakat/potensi kamu, jangan takut!! Katanya, Tuhan menciptakan manusia dengan segala kebaikannya kok! Kamu tinggal terus menggali diri kamu sampe akhirnya menemukan potensi yang ada. Salah satu caranya, ya dari hobi itu tadi. Kegiatan yang kamu lakukan dengan penuh suka cita. Hayo, digali!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar